RSS

Hasan Al-Bashri, Keteguhan Ditengah Kaum Tersesat

02 Mar

hasa-al-bashriNama Hasan Al-Bashri sering kita dengar, karena beliau adalah seorang ulama terkenal, namun tidak semua orang mengetahui asal usul beliau. Hasan Al-Bashri yang mempunyai nama asli Hasan bin Yassar, adalah sosok yang telah memenuhi dunia ini dengan ilmu, hikmah, dan fiqih. Warisan yang di unggulkannya bagi generasi kini adalah kehalusannya yang mampu menyegarkan jiwa dan nasehat-nasehatnya yang menyentuh hati dan menjadi petunjuk bagi mereka yang lalai akan hakikat kehidupan  serta hal ihwal manusia dalam menyikapi dunia.

Ibunya bernama Khairah, budak kesayangan Ummu Salamah istri Rasulullah, sedangkan ayahnya bernama Yasaar budak Zaid bin Tsabit. Walaupun orang tuanya sebagai budak tapi beliau dibesarkan dalam suasana yang diterangi oleh cahaya nubuwah dan meneguk sumber air minum (ilmu) yang tersedia di rumah-rumah Ummahatul Mukminin. Selain itu beliau juga berguru kepada sahabat-sahabat yang utama di masjid Nabawi. Beliau meriwayatkan dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Jabir bin Abdillah dan lain-lain.

Beliau mendapat julukan Al-Bashri dikarenakan ketika menginjak usia 14 tahun, ia pindah bersama kedua orang tuanya ke Bashrah dan menetap di sana. Dari sinilah muncul julukan Al-Bashri yang dinisbatkan pada kota Bashrah dan keutamaan beliau mulai dikenal orang-orang di Bashrah.

Ketika Hasan Al-Bashri menjadi imam, kota Bashrah merupakan benteng islam yang terbesar dalam bidang ilmu pengetahuan. Masjidnya yang agung penuh dengan para sahabat dan tabi’in yang hijrah ke sana, dan halaqah-halaqah keilmuan dengan beraneka ragam dan coraknya memakmurkan masjid-masjid dan suraunya. Hasan Al-Bashri tinggal di masjid tersebut dan menekuni halaqah Abdullah bin Abbas Habru ummatu Muhammad (ustadznya umat Muhammad). Beliau mengambil pelajaran tafsir, hadits, qira’ah, fiqih, adab, bahasa dan sebagainya, sehingga beliau menjadi ulama besar dan fuqaha’ yang terpercaya.

Nama Hasan Al-Bashri telah tersebar keseluruh daerah dan dikenal dimana-mana bahkan para gubernur dan khalifah menanyakan dan mengikuti beritanya. Sebagaimana ketika Khalid bin Safwan bertemu dengan Maslamah bin Abdul Malik di daerah Hirah. Kemudian Maslamah meminta Khalid untuk menceritakan tentang keadaan Hasan Al-Bashri. Kemudian Khalid menceritakan: “Beliau adalah orang yang hatinya sama dengan lahiriyahnya, perkataannya serasi dengan perbuatannya. Jika menyuruh kepada yang ma’ruf maka beliau yang paling sanggup melakukannya, jika melarang yang mungkar, beliau yang paling sanggup meninggalkannya. Saya mendapatinya sebagai orang yang tidak memerlukan pemberian dan zuhud terhadap apa yang ada ditangan orang lain. Sebaliknya Saya dapati betapa orang-orang  memerlukan dan menginginkan apa yang dimilikinya.”

Ketika Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi berkuasa di Irak, bertindak sewenang-wenang dan kejam di wilayahnya, Hasan Al-Bashri adalah termasuk dalam bilangan sedikit orang yang berani menentang dan mengecam keras akan kedholiman Penguasa secara terang-terangan.

Suatu ketika, Hajjaj membangun istana yang megah untuk dirinya di kota Wasit. Ketika pembangunan selesai diundangnya orang-orang untuk melihat dan mendoakannya. Hasan Al-Bashri tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan ceramah, mengingatkan mereka agar bersikap zuhud didunia dan menganjurkan manusia agar mengejar apa yang ada disisi Allah  U dimana ketika banyak orang sedang berkumpul.

Ketika beliau tiba ditempat itu dan melihat banyak orang, beliau berdiri untuk berkhutbah. Diantara yang beliau sampaikan adalah kritikan dan kecaman yang terus menerus  hingga beberapa orang menghawatirkan keselamatannya dan memintanya berhenti, namun Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai saudaraku, Allah  telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tidak boleh menyembunyikan.”

Keesokan harinya Hajjaj menghadiri pertemuan bersama pejabatnya dengan memendam amarah dikarenakan kritikan dan kecaman dari Hasan Al-Bashri. Kemudian Hajjaj memerintahkan pegawalnya untuk menyiapkan pedang beserta algojonya dan menyuruh untuk menangkap Hasan Al-Bashri. Dibawalah hasan Al-Bashri, semua mata mengarah kepadanya dan hati mulai berdebar menunggu nasibnya. Begitu Hasan Al-Bashri melihat algojo dan pedangnya yang terhunus dekat tempat hukuman mati, beliau menggerakkan bibirnya membaca sesuatu. Lalu beliau berjalan mendekati Hajjaj dengan ketabahan seorang mukmin, kewibawaan seorang muslim dan kehormatan seorang da’i dijalan Allah  U.

Ketika Hajjaj melihat ketegaran Hasan Al-Bashri mentalnya menjadi ciut dan dia menjadi ramah terhadapnya, bahkan mempersilahkannya duduk dikursinya. Sehingga membuat orang-orang yang hadir menjadi tercengang dan terheran-heran melihat perilaku Hajjaj. Sementara itu Hasan dengan tenang duduk ditempat yang disediakan, lalu Hajjaj menoleh kepadanya dan menanyakan berbagai masalah agama, dan dijawab oleh Hasan dengan jawaban-jawaban yang menarik dan mencerminkan pengetahuan yang luas.

Setelah Hajjaj mendengar jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan, lalu dia memuji Hasan sebagai tokoh ulama yang hebat bahkan dia semprotkan minyak kejenggot Hasan Al-Bashri dan diantarkan sampai depan pintu. Sesampainya diluar istana, salah satu pengawal bertanya kepada Hasan tentang apa yang beliau  baca ketika masuk dan melihat algojo dengan pedang yang terhunus. Beliau  berkata: “Wahai yang Maha melindungi dan tempatku bersandar dalam kesulitan, jadikanlah amarahnya menjadi dingin dan menjadi keselamatan bagi diriku sebagaimana Engkau jadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrohim.” Dan kejadian serupa sering dialami oleh Hasan Al-Bashri.

Itulah sosok seorang ulama yang teguh terhadap keilmuannya yang patut kita jadikan teladan dalam kehidupan kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2011 in teladan, Ulama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: