RSS

Putriku sholihah…..Putriku sayang

09 Mar

Kaidah-Kaidah Mendasar Dalam Mendidik Anak Perempuan

Dalam masyarakat kita, banyak orang tua yang merasa lebih bangga jika anaknya lahir laki-laki, yang lebih dijagokan untuk menjadi ‘kader’ dalam meruskan perjuangan dan cita-cita orang tua. Dipersepsikan, memiliki anak laki-laki itu merupakan keberkahan tiada tara, padahal memiliki anak perempuan juga akan membawa kemuliaan bagi orang tuanya.

Lahirnya seorang anak perempuan adalah anugerah, merupakan  karunia dari yang Maha Pemberi Karunia kepada kedua orang tuanya. Diciptakannya anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki, menuntut orang tua untuk memberi perhatian sesuai dengan porsi dan karakter kewanitaannya. Anak perempuan jauh lebih membutuhkan pembinaan perasaan, kasih sayang dan penjagaan  yang serius. Sebab mereka merasakan adanya kelemahan  pada diri mereka, disamping juga menyadari adanya sesuatu yang berbeda dengan anak laki-laki. Berikut ini adalah kaidah-kaidah mendasar dalam mendidik anak perempuan .

  • Kaidah pertama: Larangan membenci anak perempuan

Imam Ahmad dan Tabrani meriwayatkan dari Uqbah bin Amir berkata, “Rasulullah Salallahu’alaihi wasalam bersabda, “Janganlah kamu membenci anak perempuan, karena sesungguhnya mereka merupakan penghibur yang sangat berharga.”

Ibnu Qayyim dalam kitab Ahkam Al-Maulud (hal.20) mengatakan, “Allah telah membagi keadaaan suami istri dalam empat bagian yang tercangkup di dalamnya persoalan penciptaan manusia. Allah memberitahukan bahwa segala yang ditakdirkan ada diantara keduanya  adalah karunia untuk mereka. Cukuplah seorang hamba memancing datangnya murka Allah, bila ia tidak terima dengan pemberiaanNya.”

Ibnu Qayyim melanjutkan, dan Allah telah berfirman berkenaan dengan anak perempuan, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah telah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa’:19)

Ya’qub bin Bakhtan berkata, “Aku dikaruniai tujuh anak perempuan. Setiap kali lahir putriku, maka aku berkunjung kerumah Ahmad bin Hanbal, dan beliau berkata kepadaku, ‘Wahai Abu Yusuf, nabi-nabi itu adalah ayah dari anak-anak perempuan’, perkataan beliau ini dapat melenyapkan kegelisahanku.”

Kebaikan terdapat pada apa yang dipilihkan Allah pada hambanya bukan terdapat pada apa yang  dipilih oleh hamba untuk dirinya sendiri.

  • Kaidah kedua:  kesamaan anak laki-laki dan perempuan, serta larangan melebihkan salah satu darikeduanya

Jika Allah telah menganugrahkan kedua orang tua berupa anak laki-laki dan perempuan, maka konsepsi islam mengajarkan cara bergaul terhadap keduanya secara adil dan sama rata. Tidak boleh melebihkan anak laki-laki dengan mengalahkan perempuan. Harus disetarakan dalam hal mencintai, memberi nafkah, hadiah, mendidik, dan mempergauli.

Al-Bazar meriwayatkan dari Anas ra. Seseorang berada disisi nabi saw, lalu anak lelakinya datang dan ia pangku. Sesudah itu anak perempuannya datang dan ia hanya mendudukkannya didepannya. Melihat kejadian itu, nabi bersabda, “Janganlah begitu. Berbuatlah adil terhadap sesama mereka.”

  • Kaidah ketiga: Pahala Mendidik, berbuat baik serta bersabar terhadap anak perempuan

Imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi bersabda, “ Barang siapa diuji karena anak-anak perempuannya dengan suatu ujian, lalu ia tetap merawat mereka secara baik, maka mereka kelak akan menjadi tameng baginya dari api neraka.”

Dalam riwayat muslim disebutkan, “sesungguhnya Allah SWT mengharuskan surga atau membebaskannya dari neraka karenanya”.

Demikianlah bahwa anak-anak perempuan bisa jadi memberikan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak di dunia dan akhirat. Keburukan sikap membenci anak permpuan sama halya dengan membenci apa yang disukai Allah dan apa yang diberikan olehNya kepada hambaNya.

Wahai ayah..wahai ibu..sambutlah putri kalian dan panggillah ia dengan sebutan, ” Putriku sayang..!”

 

 

Referensi:

  • Muhammad Suwaid, Mendidik Anak Bersama Nabi, Pustaka Arafah, 2009 M.
  • Ishlahunnisa’, Mendidik Anak Perempuan Dari Buaian Hingga Pelaminan, Aqwam, 2010 M.
  • Muhammad bin Ali Al-Arfaj Kholid Ahmad Asy-Syantut, Bahagia Memiliki Anak Perempuan, Kiswah media, 2009 M.
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2011 in Ibu, kajian kita, Muslimah, tarbiyah

 

2 responses to “Putriku sholihah…..Putriku sayang

  1. Nurina

    29 Oktober 2011 at 1:08 am

    great…

     
    • ZukhruF

      25 Januari 2014 at 12:31 pm

      Thanks you…
      Barakallahu fiik..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: