RSS

HINA, ataukah MULIA???

13 Mar

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Maka wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah telah memelihara (mereka)”.

Wanita umumnya identik dengan kecantikan, keindahan dan keelokan. Sehingga apa yang ada padanya selalu saja tampak indah. Entah itu sesuatu yang telah mutlak menempel padanya atau hanya sekedar sesuatu yang menempel sewaktu-waktu saat ia dikenakan.

Hal inilah yang seringkali menjerumuskan kaum adam saat mereka telah terbuai dengan keindahan yang ada pada wanita. Saat yang terbetik dalam pikirannya hanya wanita dan wanita, hingga ada suatu istilah “mabuk wanita”. Suatu istilah yang dinisbatkan kepada para pemuja wanita dan pecinta syahwat. Hal ini sesuai dengan firman Allah, kaitannya dengan posisi wanita yang dikategorikan dalam perhiasan yang turut serta meramaikan dan menghiasi dunia ini hingga ia tampak begitu memukau dengan seabreg keindahannya. Allah I berfirman,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia…”(An-Nisa’: 14)

Wanita seringkali tidak tersadar bahwa ia menempati tempat yang cukup stategis dalam kehidupan dunia ini. Kemuliaan dan kehormatan yang sebenarnya telah Allah berikan padanya seringkali musnah karena kebodohannya terhadap agama dan kesombongannya dalam menerima kebenaran. Banyak dari mereka yang begitu bangga memamerkan keindahan yang dimilikinya; rambutnya, bodynya, atau yang lainnya. Mereka tak sadar bahwa apa yang sebenarnya mereka pamerkan dengan penuh kebanggan itu justru hanya akan menjerumuskan kepada kenistaan.

Maka, Allah sangat melarang dan mengancam hamba-Nya yang memamerkan dan menjulurkan pakaiannya dengan penuh kebanggaan. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَة

“Barang siapa yang menjululurkan pakaiannya dengan penuh kebanggaan maka Allah tidaka akan melihatnya kelak di hari kiamat”. (HR. Bukhory)

Dengan mengumbar keindahan atau yang lebih kita kenal dengan aurat ini, banyak kerusakan-kerusakan yang disebabkan karenanya. Belum lagi jika jelas-jelas membuka aurat, hanya sekedar berpakaian yang mencolok, penuh perhiasan pun sudah banyak memancing perhatian kaum adam dan menimbulkan banyak kerusakan. Hal ini yang biasa kita istilahkan dengan “tabarruj”. Maka melakukan tabarrujpun sangat dilarang dalam islam.

Islam telah menutup celah-celah yang ada, salah satunya dengan diwajibkannya seorang wanita untuk menutup auratnya. Ini adalah merupakan sebuah hikmah yang kebanyakan para wanita tidak menyadarinya. Hikmah besar yang dapat diambil oleh mereka yang mau berfikir. Karena sungguh! Dibalik disyariatkannya sesuatu tersimpan sejuta hikmah, yang banyak dari manusia tidak mengetahuinya.

Berbicara tentang penjagaan aurat, maka hal ini sangat erat kaitannya dengan wanita sholihah. Maka wanita sholihah adalah wanita yang senantiasa ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, yang selalu menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. ia adalah wanita yang senantiasa menjaga dirinya dan kehormatannya saat suaminya tak ada di sisinya. Allah SWT berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Maka wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”.

Siapa yang tak ingin menjadi wanita sholihah??? Tentu jawabnya, adalah semua ingin menjadi wanita shalehah. Wanita yang menduduki tempat yang mulia dalam islam, bahkan dalam sebuah hadist dinyatakan bahwa wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

Tentu, hal ini tidaklah mudah! Karena berputarnya waktu dan perbedaan zaman sangat menuntut kedewasaan. Perbedaan dari suatu zaman ke zaman, biasanya menciptakan suatu hal yang baru yang mana terdapat, sesuai dengan perkembangan tekhnologi dan cara berfikir manusia. Oleh karena itu, kita mengetahui betapa banyak wanita saat ini yang senantiasa membuka auratnya, bahkan diantara mereka ada yang meniru gaya orang-orang barat yang sekedar menutup bagian vital saja. ‘iyadzan billah…

Sebagai wanita yang senantiasa berusaha untuk menjadi wanita sholihah, kita hendaknya berfikir akan diarahkan ke mana generasi kita selanjutnya, jika wanitanya rusak maka bagaimana dengan genarasi selanjutnya? Padahal di samping seorang wanita adalah pendidik pertama bagi buah hatinya, ia juga termasuk tiang negara, jika wanitanya baik maka baiklah negaranya jika wanitanya rusak, rusaklah negaranya.

Sekarang kita tinggal memilih, menjadi wanita sholihah ataukah sebaliknya. Meski menjadi wanita sholihah itu sulit dan sangat membutuhkan perjuangan, karena sesuai kata pepatah, “berakit-rakit ke hulu. Berenang-renang ke tepian”. Kita juga tinggal memilih, hina atau mulia? Surga atau neraka?. tiap individu punya pilihan. Maka tentukan pilihan yang tepat untuk perjalananmu menuju Robbmu. Wallahu a’lam

Sumber: Documen buletin An-Najma

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2011 in Muslimah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: