RSS

Jangan Remehkan Perkara Kecil

13 Mar

Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun!

Lantas apa? “sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, “sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering kali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu”.

Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir,seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Dan inilah penyakit yang sedang melanda kebanyakan manusia, mempersoalkan yang tak semestinya dipersulit dan begitu mudahnya mengabaikan hal-hal sepele, bagai kata pepatah semut diujung sungai tampak, gajah didepan mata tak tampak.

Sebagaimana  yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungi sama halnya dengan orang sering mengabaikan dosa-dosa kecil, terutama ialah golongan kita kaum hawa, benar kata  orang wanita makhluk yang paling repot, sana-sini banyak aturannya, banyak yang dijaga juga tetek bengeknya. Tidak jauh-jauh contoh yang dekat saja jika hendak keluar rumah sedikit saja yang namanya perempuan so pasti harus nutup aurat(wajib) otomatis dari ujung kaki hingga kepala mesti tertutup, mulai dari baju, rok,jilbab jika perlu manset penutup tangan.

Nah  repotnya disini bagi mereka asal menutup kepala serta memakai baju panjang saja sudahlah cukup. Lalu bagaimana dengan si kaos kaki juga si manset…? Jangan Tanya, meraka masih tertata rapi dalam lemari dan akan keluar jika ada perjalanan yang agak jauh saja.

Kita menganggap hal itu begitu sepele, tapi apakah kita tak sadar ia juga termasuk salah satu aurat yang perlu dijaga dan ditutupi. Padahal kita tahu sendiri apa hukumnya jika seorang wanita yang telah baligh tidak menutup auratnya. Lalu bagaimana dengan mereka-mereka yang dengan ringannya memperlihat yang indah-indah dari tubuhnya. Ini bukanlah isapan jempol semata, coba kita bayangkan frekuensi mana yang lebih sering kita habiskan, keluar jauh ataukah yang dekat. Dan secara logika jika dalam sehari kita melakukan satu dosa besok satu besoknya juga. Belum lagi dengan hal-hal lain yang sering terlupakan oleh kita. Alamatnya bukankah suatu saat akan menggunung…! Apa kata dunia.

Wallahu a’lam.

Sumber: Documen buletin An-Najma

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2011 in tafakur

 

One response to “Jangan Remehkan Perkara Kecil

  1. elfa

    18 April 2011 at 11:55 am

    mlem,,,,,, ea q akui u dah bsa m’kuasai_a but jangan mpe terlena ea,,,,,,,,,,,
    aq hanya bisa nasehatin ajha,,,,,, wlo aq juga takkan mungkin luput dari kesalahan,,,,,,
    sobat,,,,,,,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: