RSS

Untukmu… Aktifis Dakwah Muslimah!

12 Apr

Dakwah adalah sebuah aktifitas yang mulia, dimana seorang aktifis dakwah sangat dijunjung tinggi derajatnya. Lalu siapakah yang hendak menjalani jalan dakwah ini? Jalan ..dimana tanpanya umat akan mati, tanpanya umat akan diliputi kegelapan. Dan hanya dengan menempuh  lika-liku dakwah ini umat islam kan bersinar dengan sinar hidayah yang terang. Wahai saudariku muslimah, jalanilah perjuangan dakwah ini meski harus bersusah payah, meski harus tertatih tatih, meski harus menguras energi…sebab apa? Karena umat menunggumu…..umat menantimu…..

Kewajiban dakwah

Sesungguhnya di pundak siapakah kewajiban dakwah? Apakah dakwah hanya diwajibkan bagi kaum laki-laki saja, ataukah juga kaum perempuan? Tidak diragukan, bahwa menurut kesepakatan ulama dakwah wajib bagi kaum laki-laki. Namun demikian, apakah dakwah tersebut wajib pula atas kaum perempuan?

Sejumlah dalil dapat ditemukan tentang kewajiban dakwah tersebut tanpa memberi perbedaan antara kaum laki-laki dan perempuan, bahkan cenderung bersifat mutlaq. Sebagaimana dalam firman Allah SWT:

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku. (yusuf:108)

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.(Ali Imron:110)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar.(At-Taubah:71)

Dari dalil-dalil diatas dapat dipahami bahwa kaum perempuan (muslimah) terlibat dalam tugas dakwah bersama laki-laki. Sebab ia adalah manusia bergender perempuan yang berpegang pada manhaj dakwah, mengimaninya, membenarkannya,dan membaiatnya.

Peran pertama muslimah dalam menopang dakwah

Dakwah islam telah dimulai sejak pertama risalah islam diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, sejak Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW dengan firmanNya:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.(Al-‘Alaq:1)

Pada tahun pertama kenabian itu pulalah peran muslimah dimulai. Maka kita pun mendapatkan hadits kedua Imam Bukhari menjadi bukti kontribusi pertama muslimah dalam dakwah. Saat Rasulullah tiba di rumah dari gua Hira dengan pengalaman spiritualnya yang luar biasa, beliau masih dalam ketakutan. Satu hal yang wajar sebab beliau baru saja bertemu dengan makhluk yang tidak biasa beliau lihat. Lebih dari itu beliau mendapatkan tanggungjawab besar sebagai nabi.

Dalam kondisi seperti itulah beliau berkata: “Zammilunii… zammilunii…” (Selimuti aku, selimut aku..). Khadijah mengerti. Ia melakukan perannya. Ia wanita pertama yang telah berhasil menyemaikan dakwah yang saat itu baru mengecambah agar tetap bertumbuh. Maka Khadijah tidak hanya menyelimuti Rasulullah agar kondisi fisiknya membaik. Lebih dari itu Khadijah memotivasi sang suami agar yakin bahwa tidak ada hal yang salah pada dirinya.

Lalu khadijah yang sayang dan berakal berkata dan meyakinkan suaminya: “Allah akan menjagamu wahai Abul Qashim, bergembiralah wahai anak paman dan tenangkanlah dirimu. Demi Dzat yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya aku berharap engkau menjadi umat ini. Demi Allah engkau tidak akan dihinakan oleh Allah selama-lamanya. Sesungguhnya engkau yang menyambung baik hubungan baik dengan saudara senasab, berbicara jujur, engkau membantu  yang lemah, menjamu tamu dan engkau orang yang membantu para wakil-wakil kebenaran.”

Hati nabi menjadi tenang atas pengokohan ini dan kembali tentram di hadapan pembenaran dan keimanan istrinya terhadap apa yang ia bawa. Tidak berhenti di situ, Khadijah juga membawa Rasulullah kepada pamannya. Waraqah sang ahli kitab. Dari sanalah keyakinan keduanya semakin mantab. Ya, Muhammad telah menjadi Nabi. Maka sejak saat itu sejarah dakwah ditulis. Namun ia telah ditulis dengan adanya peran muslimah. Khadijah yang pertama kali percaya dan menjadi muslimah. Khadijah ummul mukminin yang memberikan langkah awal dan teladan pertama bagi kiprah muslimah berikutnya.

Sifat-sifat yang harus dimiliki da’iyah

Aktifis dakwah yang mengajak kepada Allah mempunyai sifat-sifat yang membedakan mereka dengan manusia lainnya. Sebab mereka orang-orang yang mengemban misi islam dan menyeru kepadanya. Oleh karena itu merupakan suatu keharusan bahwa kepribadian Aktifis dakwah menjadi wujud konkrit dari ajarannya. Allah berfirman,

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS Al-Ahzab:35)

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً#وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً

Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.(QS Al-Furqan:63-64)

Secara rinci sifat-sifat tersebut dapat dikemukakan disini diantaranya adalah:

  1. Mempunyai kesadaran dan memfokuskan diri pada karya-karya agung.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحاً جَمِيلاً #وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنكُنَّ أَجْراً عَظِيماً

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.(QS Al-Ahzab:28-29)

Dua ayat ini merupakan jawaban terhadap sikap para istri Rasulullah SAW mengenai nafkah, dimana Nabi SAW memilih untuk dirinya jalan hidup selaku seorang Aktifis dakwah muslimah, bukan penguasa. Dan istri-istri Rasulullah telah memilih Allah dan RasulNya dan tidak seorangpun diantara mereka memilih dunia.

2.Suci dan kesempurnaaan akhlaq

Ini diambil dari ungkapan Al-Quran dan ditujukan kepada para istri Rasulullah  SAW:

يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفاً#وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(QS Al-Ahzab:32-33)

3.Ikhlash

Sifat ikhash harus dimiliki oleh seorang Aktifis dakwah,

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ#لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.(QS Al-An’am:162-163)

Ibnu Qayyim mengemukakan bahwa merupakan suatu kemustahilan antara ikhlash dapat menyatu dengan sifat senang dipuji dan disanjung, seraya mengatakan, “Tidak akan menyatu dalam hati antara ikhlash, senang pujian, dan tamak terhadap apa yang ada terhadap orang lain, seperti halnya dengan air tidak dapat menyatu dengan api, dan biawak dengan ikan paus.”

4.Sabar

Seorang Aktifis dakwah yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran senantiasa menghadapi berbagai rintangan. Sebab ia akan berhadapan dengan kebatilan yang harus ia tumpas. Rintangan adalah sunnah dakwah yang telah digariskan oleh Allah dalam melakukan dakwah. Demikianlah Allah membuat gambaran antara kebenaran dan kebatilan. Ibarat buih, pasti akan sirna sedangkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia akan tetap berada di bumi.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabut:2)

Medan dakwah muslimah

Kaum perempuan mempunyai wilayah dakwah khusus yang sangat banyak, diantaranya adalah

  • Dakwah dikalangan perempuan sendiri

Kaum perempuan merupakan entitas besar yang mewakili separuh jumlah masyarakat, sebagaimana yang mereka klaim. Sementara kaum perempuan muslimah sekarang sedang menghadapi tekanan berat dari berbagai segi sehingga mereka terjebak dan menyerah pada berbagai pemikiran yang keliru dan budaya yang tidak sehat. Dalam keadaan demikian aktivitas dakwah sangat membutuhkan para aktifis dakwah, para muslimah yang mampu melawan serbuan yang nyaris menguasai sebagian kaum perempuan, yaitu mereka yang terperdaya oleh berbagai budaya asing yang masuk.

Wanita muslimah bukanlah seorang wanita pada umumnya. Ia adalah wanita yang mempunyai visi dan misi. Ia meneropong jauh ke depan untuk mewujudkan cita-cita yang hendak dicapai.

Pertama, ia merupakan sekolah pertama yang memproduk generasi dan kader umat.

Kedua, muslimah merupakan mitra bagi kaum laki-laki dalam perjuangan dan mengemban tugas-tugas berat yang diberikan oleh Allah SWT  kepada kaum umat islam dalam menyampaikan risalahNya, menegakkan syariatNya, dan membimbing umat manusia ke jalan kebenaran.

Ketiga, kaum perempuan mewakili separuh masyarakat yang bekerja dan mempunyai kesadaran seperti halnya kaum laki-laki. Mereka mempunyai peran dalam kehidupan, dan berkarya sesuai dengan kodratnya dalam kehidupan masyarakat yang dinamis dan dalam kehidupan yang berkeluarga.

  • Dibidang pendidikan

Di bidang ini, seorang aktifis dakwah muslimah menanamkan iman dalam hatinya tunas-tunas muda harapan masa depan dan buah hati yang akan akan menjadi pengemban tugas membangun masa depan.

Watak dasar ilmu pengetahuan adalah memberi cahaya yang membimbing orang yang sesat dan menuntun orang yang tidak mengetahui arah perjalanan. Pada dasarnya wanitalah yang memegang peran ini. Sebagian wanita muslimah pada dasarnya menjalankan peran ini di dunia pendidikan. Kalangan sahabiyah  Rasulullah SAW yang memiliki kemampuan mengajar telah memegang peran mulia ini hingga mereka memberi andil besar bagi kemajuan umat dan pengentasan kebodohan, hingga mereka dapat menyebarkan hidayah dan menyampaikan risalah.

Diantara para sahabiyah tersebut adalah: Asy-Syifa’ binti Abdillah Al Adawiyah, Raudhah budak perempuan Rasulullah.

  • Di bidang kedokteran dan keperawatan

Pada kurun pertama islam, kaum muslimah menjadi pioner dalam aktivitas ini ditengah pasukan yang sedang berperang, selain juga ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Diantara para sahabiyah yang telah berkecimpung dalam dunia ini adalah: Nasibah binti Ka’ab Al Anshariyah, Rufaidhah Al Anshariyah Al Islamiyah, Hamnah binti Jahsi al Asadiyah.

  • Di bidang pelayanan masyarakat

Keterlibatan muslimah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang sesuai dengan kodratnya adalah suatu bentuk kewajiban yang ditetapkan agama, sebagaimana halnya juga diwajibkan bagi kaum laki-laki.

Agama ini datang dengan membawa misi untuk kaum laki-laki dan juga untuk kaum perempuan baik dalam hal ibadah, pahala, dan amal perbuatan.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.( Al Ahzab: 35)

إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

Apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (Al Mumtahanah;10)

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.(Al Buruuj:10)

Media penyebaran dakwah

Medan penyebaran dakwak pada masa sekarang sangat banyak dan beragam, tidak hanya sebatas audio visual saja, melainkan banyak cara untuk menyampaikan dakwah baik yang berupa kata-kata tertulis di buku-buku, bulletin, jurnal, koran dan majalah. Pesan dakwah ini juga bias diungkapkan melalui radio, televisi, film.

Penyebaran dakwah melalui kata-kata lisan

Dalam penyebaran dakwah ada dua hal yang harus dilakukan:

Pertama, seorang pelaku dakwah (da’i) harus memiliki keyakinan pada kebenaran misi yang diserukan. Itulah yang disebut dengan persuasi melalui keteladanan.

Kedua, memiliki kemampuan khusus yang dapat membantunya dalam menyampaikan materi dakwah kepada masyarakat disertai dengan hujjah, persuasi dan keterangan yang memikat jiwa dan hati agar mereka tertarik pada ajakan yang disampakan oleh aktifis dakwah.

Kemampuan-kemampuan khusus yang harus dimiliki oleh seorang aktifis dakwah adalah dalam hal:

  • Memahami metode yang benar
  • Mengidentifikasi kebatilan
  • Memahami kecenderungan dan keinginan masyarakat
  • Memiliki kemampuan menjelaskan materi
  • Memiliki keberanian dan ketahanan, dan
  • Memiliki kemampuan memimpin.

Berdakwah dengan suri tauladan

Sesungguhnya keshalihan seorang aktifis dakwah adalah seruan paling efektif yang dadap diarahkan kepada umat manusia agar mereka mengikuti langkahnya. Akhlaqnya yang mulia adalah daya tark dan factor terpenting yang dapat membuat hati mereka terpukau dan mendekatinya.

Oleh sebab itu seorang aktifis dakwah yang sukses adalah yang dapat mengajak orang lain mengikut ajakannya dengan ilmu dan perilakunya. Meskipun tidak mengutarakan perkataan apapun, karena itu merupakan contoh hidup dan menjadi media penjelas, maka tampaklah kebenaran ajakan dan ketulusan niatnya. Perjalanan dakwah para rasul dan aktifis dakwah yang tulus ikhlas mempunyai pengaruh mendalam yang dapat membuat manusia mengerumuni dakwahnya. Allah SWT berfirman,

وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.(Ali Imron:159)

Anugrah potensi kaum perempuan dan pengaruhnya

Tidak diragukan bahwa kaum perempuan terdapat anugrah potensi seperti halnya yan diberikan kepada kaum laki-laki, bahkan mereka memiliki yang menjadi kelebihan dalam sisi tertentu yang dibutuhkan laki-laki. Masyarakat yang maju adalah yang mampu mengembangkan anugrah potensi tersebut dan melepas serta mengarahkannya pada hal-hal yang positif daripada membawanya kearah yang negatif dan menghancurkan. Sebab perempuan yang yang dapat menjadi perangkap setan tidak mungkin dapat menjadi penyejuk mata dan hati. Maha benar Allah dengan firmanNya:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(QS Al-Furqan:74)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS Ar-Rumm:21)

Perempuan yang sekarang menjadi alat penghancur peradaban dengan kehidupan seks bebas, kehilangan arah dan keterpurukan, kecuali muslimah yang mendapat pemeliharaan dari Allah. Mereka yang terpelihara itulah yang dapat mendidik generasi penerus dan membahagiakan keluarga serta menjadi penyejuk masyarakat yang shalih.

Pada perempuan terdapat anugrah potensi kelembutan sifat belas kasih, mudah terharu, kasih sayang, kecantikan dalam (inner beauty) dan keelokan fisik. Allah telah memberinya berbagai karunia yang dapat mempengaruhi dan menundukkan laki-laki. Jika anugrah potensi ini dibekali dengan ilmu pengatahuan, wawasan dan keahlian, niscaya perempuan dapat menjadi ancaman besar dalam hal keburukan dan pada saat yang sama juga dapat menjadi pembuka pintu lebar dalam hal kebaikan. Tidak heran jika muncul ungkapan, dibalik kelembutan seorang wanita ia bisa mengayunkan buaian di tangan kanan dan mengguncang dunia dengan tangan kirinya.

Perlu kiranya untuk disertakan contoh wanita yang menjadi penopang bagi para suami mereka dalam mentaati Allah SWT. Diantaranya adalah: Hajar, ibu nabi Ismail AS, Khadijah binti Khuwailid, Zainab binti Rasullah, Ummu Imarah.Dan contoh dari wanita perusak adalah: istri nabi Nuh dan istri nabi Luth.

Memahami Realitas Muslimah

Hal pertama yang perlu dilakukan aktifis dakwah muslimah adalah introspeksi. Introspeksi nasib kaumnya. Memahami realitas muslimah. Realitas muslimah sebagai pribadi, dalam keluarga, dan realitas masyarakatnya. Secara jujur kita akan menemukan kata kunci untuk menggambarkan realitas muslimah masa kini: lemah!

Banyak muslimah di negeri ini yang masih mengalami kekeringan jiwa, tidak memahami tujuan penciptaannya, dan dilanda keputusasaan. Pendek kata, mereka masih jauh dari Islam. Disebutkan satu contoh dalam buku ini, ketika Yusuf Islam (Dulu Cat Steven) memberikan ceramah di Jakarta pada tahun 90-an, ia tidak menyangka kalau negeri ini adalah berpenduduk mayoritas muslim. Ini karena di jalan-jalan yang dilaluinya yang ia temukan justru wanita-wanita yang tidak menutup aurat.

Realitas keluarga di Indonesia tidak jauh berbeda dari kondisi di atas. Secara ekonomi banyak keluarga yang miskin secara ekonomi dan bodoh secara pendidikan. Keduanya lalu dipertahankan oleh keluarga-keluarga baru yang terbentuk tanpa kesiapan yang memadai. Tidak siap membangun keluarga, juga tidak siap mendidik anak-anak yang lahir nantinya. Maka kemiskinan, kebodohan, ketidaksiapan itu seperti telah menjadi lingkaran setan yang sulit diputuskan.

Lalu masyarakat. Ia juga tidak lebih baik dari keduanya. Karena pada dasarnya masyarakat adalah bangunan besar dari keluarga-keluarga yang tentu saja terdiri dari individu-individu. Diantaranya adalah muslimah, yang bahkan menjadi unsur terbesar pembentuk masyarakat. Realitasnya, masyarakat kita saat ini telah terserang berbagai penyakit. Mulai dari individualisme, hedonisme, sekuler, sampai pornografi.

Realitas yang demikian, bagi aktifis dakwah muslimah, seharusnya menjadi pemicu dan tantangan tersendiri untuk meningkatkan kontribusinya dalam memperjuangkan Islam. Realitas ini yang jika dipahami dengan baik akan mendorong semakin kuatnya azzam untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Akan menjadi landasan mengapa muslimah harus berkontribusi, terutama di mihwar daulah nanti.

Tadzkiroh untuk pejuang dakwah muslimah

Sungguh beruntung menjadi orang yang terpilih, menjadi seorang aktifis dakwah. Mau tidak mau, suka tidak suka karena ia tidak hidup sendiri. Ada orang lain yang menjadi obyek dakwahnya. Keluarga, anak-anak, tetangga, teman sekolah, kampus, kerja dan siapa saja yang berinteraksi dengannya. Ia tidak dapat mengelak, ketika disadari bahwa ia adalah seorang muslimah maka ia membawa panji keislamannya. Ketika ia adalah seorang kader dakwah maka ia membawa identitasnya dan segala tindak-tanduk yang ia perbuat akan mencerminkan wajihahnya tersebut. Meskipun ada khauf (takut) ketika terbayang bahwa kita belum mampu mengemban amanah ini dengan baik, di satu sisi saya yakin ia juga menyimpan roja (harapan) agar bisa menjadi satu bagian dari batu bata penyusun peradaban tegaknya Al-Islam di bumi ini.

Dalam firman Allah Surah Fushshilat (41:33)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'”.

Ayat ini menjadi pilar bagi para aktivis muslimah untuk selalu membekali diri lalu terjun dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah di setiap geraknya. Ia tidak akan meremehkan sekecil apapun amal sholeh untuk fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebajikan. Keistiqomahannya akan selalu diuji seiring dengan perjalanan karir dakwahnya.

Adapun beberapa tadzkirah/peringatan dan nasehat untuk mujahidah dakwah :

Pertama, sesungguhnya fungsi seorang aktifis dakwah bukanlah memukul dan menegur manusia dengan keras. Bukan pula mengorek aib dan mencela mereka.

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl:125)

Kedua, jalan dakwah ini penuh dengan rintangan

Jalan dakwah tidak semulus jalan tol. Pejuang dakwah muslimah tentu pernah merasakan mendapat deraan, cobaan dan permasalahan dengan kadar dan tingkat berbeda-beda. Pemenang sejati adalah yang sabar melaluinya, menghadapinya dengan segala hikmah. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah, putus asa bahkan kabur dari gelanggang dakwah karena tidak sabar. Ia pikir dakwah mudah dilalui dengan instan, cepat menghasilkan. Padalah Nabi Nuh AS saja yang berdakwah selama 5 abad dan notabene ia adalah seorang Rasul hanya mendapatkan sedikit sekali pengikut. Hal ini juga terjadi di semua lini dakwah. Seungguhnya fokus utama bukanlah pada result/hasil namun pada proses, karena Allah sangat menghargai sebuah proses yang dilakukan hamba-Nya apalagi jika itu berbuah keridhoan-Nya.

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ أَذًى كَثِيراً وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu sabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS. Ali Imran [3]: 186)

Ketiga, hendaknya seorang aktifis dakwah muslimah selalu merasa gelisah dengan kondisi manusia dan tidak berputus asa. Ketika melihat seorang perempuan yang dengan bangganya mengumbar dan memamerkan auratnya, tidak menjaga kehormatannya, hati kita perih. Ketika melihat para wanita menjadi korban asusila, kekerasan rumah tangga dan perdagangan manusia nurani kita terpanggil untuk membelanya. Dengan sigap merespon dan mengambil sikap sesuai dengan kapasitasnya. Di tempat kita berpijak, banyak menyuguhkan pelbagai permasalahan perempuan yang harus ditangani dengan serius.

Keempat,  sesungguhnya jalan dakwah ini dipenuhi oleh orang-oang yang kembali, murtad dan berbalik ke belakang (kepada kekafiran). Hendaknya kita bersabar dan tidak membebani mereka dengan sesuatu yang tidak mereka mampui. Kita dituntut untuk bijak dalam kondisi apapun.

Kelima, hendaknya seorang aktifis dakwah muslimah memperhatikan aspek pembinaan dan pengembangan jiwa sesuai kemampuan, ilmu dan akhlak yang dimilikinya. Membiasakan diri melakukan kegiatan yang baik.

Memprioritaskan amal dalam setiap perbuatannya, mendahulukan wajib dari yang sunnah, mendahulukan sunnah dari yang mubah. Ia berusaha dalam sehari tidak ada pada kamusnya kegiatan yang sia-sia. mencoba mengecek kembali agenda harian, sudahkah porsinya tepat? Sudah tertunaikankah wajibat-wajibat yang harus dipenuhi sebagai kader dakwah?

Keenam, menjauhkan aspek individualis dari dakwah, karena dakwah tidak terbatas pada perorangan, kelompok atau lembaga.

Dakwah dikerjakan oleh orang-orang yang berjamaah tidak sendiri. Kita berdakwah bukan semata-mata ingin masuk surga sendirian. Bukan hanya meningkatkan kualitas diri pribadi namun menyiapkan kader dakwah, daiyah sholehah sebanyak-banyaknya agar pekerjaan dakwah menjadi lebih ringan. Ingatlah bahwa kaum kuffar tidak akan pernah berhenti bahkan tidak tidur demi menghancurkan generasi muda Islam.

Ketujuh, target dari dakwah ini bukan menjatuhkan martabat orang tertentu. Tujuan Nabi Musa AS berdakwah kepada Fir’aun bukan untuk menghakiminya namun agar memurnikan aqidahnya untuk Allah semata. Oleh karena itu sebaiknya jauhi sikap mencaci dan mencela dalam berdakwah. Seorang muslim tidak akan dengan mudah mengkafirkan muslim lainnya. Pejuang dakwah datang untuk menjatuhkan kebathilan.

Kedelapan, dakwah kepada Allah adalah dakwah dengan bashirah (hujan yang nyata), bashirah dalam segala hal, mulai dari jalan dakwah yang lururs, ilmu yang lururs, kondisi dan keadaan obyek dakwah, musuh dakwah dan metode yang kita gunakan, dan bashirah dengan dirinya sendiri agar ia mengetahui keinginan dan niatnya hingga tidak menjadi bias dengan urusan lain dan tercemar dengan urusan-urusan tertentu. Ingat bahwa segala amal tergantung pada niatnya.

Wahai saudariku…aktifis dakwah merasa gembira bila dapat membantu orang lain. Paling indah dalam hidupnya ialah bila dapat mengajak seorang manusia ke jalan Allah.

“Jadilah kamu dengan manusia itu seperti sepohon pokok buah-buahan, mereka melemparnya dengan batu dan dia (pokok) melemparkan kepada mereka dengan buahnya.”

Wahai aktifis dakwah muslimah! Terukan perjuangan!

Oleh: Aizara Zukhruf

Referensi:

  • Alqur’anul Kariem
  • Taufik Yusuf al-Wa’ie, Profil Wanita Aktifis Dakwah
  • Syaikh Imad Zaki Al-Barudi,Tafsir Wanita (Penjelasan terlengkap tentang wanita dalam al-Qur’an)hal:712-715
  • Syaikh Kamil Muhamad Uwaidah, Fiqih Wanita Edisi Lengkap, hal:733
  • Mahmud Mahdi al-Istambuli, Mustafa Abu An-Nashr, Sirah Sahabiyah kisah para sahabat wanita. Hal 39
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 April 2011 in kajian kita

 

2 responses to “Untukmu… Aktifis Dakwah Muslimah!

  1. salju

    23 April 2011 at 1:27 pm

    SEMOGA cita temen Q ini tercapai

     
  2. lettaayyesha

    28 April 2011 at 12:52 pm

    mari sosongkan lengan baju
    siap berpijak di atas bara

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: