RSS

Berharap segalanya sempurna??

24 Apr

Disadari atau tidak, manusia didunia ini telah dilimpahi berbagai macam kenikmatan. Hingga tak sanggup jari-jari ini untuk menghitung atas nikmat-nikmat yang telah diberikan. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl:18)

Namun sayang seribu sayang, manusia tiada puasnya menerima karunia yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala anugrahkan. Yang ada hanya kata, “kurang, kurang,…kurang banyak, kurang baik, kurang bagus, kurang sempurna,” dan kurang-kurang yang lain. Saat ia memiliki motor misalkan, belum puas kemudian ia berharap memiliki mobil, disaat mobil telah ia dapat, tidak puas, pesawat pula ia impikan! Akankah kita harus selalu mengikuti hawa nafsu? Hingga memicu harapan untuk menjadi selalu sempurna? Selalu perfect? Segalanya ada, semua keinginan terpenuhi?

Akan tetapi, sudahkah kita membalas terhadap apa yang telah kita miliki saat ini? Sudahkah kita mensyukuri terhadap apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala Karuniai? Sudahkah kita mengucap terima kasih pada orang-orang yang berjasa dan telah memberi?

Wahai saudariku…Sudahkah kita bersyukur pagi ini? ataukah kita masih belum sadar bahwa kita telah di limpahi berbagai rizki? Telah dikaruniai berbagai kenikmatan?

Akankah kita harus kehilangan kedua mata terlebih dahulu hingga kita mengerti betapa nikmatnya sepasang mata untuk melihat?

Apakah kita harus kehilangan kedua kaki dahulu hingga kita tahu betapa berharganya sepasang kaki untuk berjalan?

Ataukah kita harus merasakan sakit dahulu hingga kita bisa memahami betapa besarnya karunia sehat?

Apakah kita harus mengalami perpisahan dahulu, sampai kita menyadari nikmatnya pertemuan, indahnya kebersamaan?

Atau  kita harus merasakan timpaan musibah terlebih dahulu, sampai kita mengerti nikmatnya hidup tenang, hidup tentram?

Marilah kita tengok sebentar!

Orang-orang yang diuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan anggota tubuh yang kurang sempurna. Seorang yang kedua tangannya (maaf) buntung misalkan, dengan bersusah payah ia menjalani hidup, bersusah payah ia menjalani aktifitas sehari-hari. Namun, karena bersyukur, ia mampu hidup tegar, sabar menghadapi cercaan.

Lihatlah pada seorang yang kakinya cacat ini, ia tetap berusaha untuk berjalan, bahkan ia mengusahakan untuk mengajari anaknya bermain sepeda, sementara kakinya tidak ada satu. Subhanallah..! Sungguh dibalik kekurangan, terdapat banyak kelebihan yang belum tentu kita miliki. Salah satunya adalah ketegaran menjalani hidup!

Masih ingatkah kita dengan sahabat Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Salam yang bernama Abdullah bin Mas’ud. Saat beliau di perintahkan oleh Rasulullah untuk menaiki pohon, beliau ditertawakan oleh sahabat-sahabat yang lain karena betisnya kecil dan tidak berisi. Kemudian Rasulullah bertanya, “Kenapa kalian tertawa? Kalian tahu bahwa kaki Abdullah bin Mas’ud kelak di akherat nanti timbangannya lebih berat daripada gunung Uhud.”

Dan sekarang bagaimana kita? Kita yang memiliki anggota tubuh yang masih lengkap, yang diliputi kecukupan, yang masih di beri kesempatan? masih diberi kesehatan? yang masih bisa menghirup udara segar dengan gratis. Apakah kita sudah bersyukur? apakah kita sudah memanfaatkan nikmat-nikmat itu dengan sebaik-baiknya? ataukah kita lupa dan kemudian memilih untuk menjadi hamba yang kufur???

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2011 in tafakur

 

One response to “Berharap segalanya sempurna??

  1. Citra W. Hapsari

    23 Juni 2011 at 2:16 am

    kadang dibutuhkan sebuah tamparan untuk menyadarkan seseorang,..
    hidayah itu memang harus diperjuangkan,karena cara Allah masih terlalu halus untuk kita pahami,maka jangan sampai Allah menyadarkan kita dengan cara yang lebih menyakitkan,..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: