RSS

Tak seperti yang disangka

03 Agu

Ramadhan yang penuh berkah menantikan amalan kebaikan yang begitu indah, Bulan penuh ampunan, bulan penuh pengharapan dimana setiap orang berusaha untuk tidak menyia-nyiakan.

Namun, apakah kita yakin  amalan kita akan diterima oleh Allah Rabb semesta alam?

  قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً١٠٣   

. الَّذِينَ ضَلَّ  سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً١٠٤      

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” ( QS Al-Kahfi:103-104)

Melakukan segala amalan yang menurutnya mungkin benar, namun realitanya dengan syariat bertentangan.

     Perjumpaan dengan bulan Ramadhan merupakan sebuah anugerah.  Namun, disayangkan terkadang ia disambut dengan sebuah kesalahan, maksud hati hendak menyucikan diri, niat hati hendak membersihkan jiwa, beramai-ramai pergi kepemandian melakukan adat padusan. Justru seperti ini yang menyelisihi tuntunan.

    Banyak hal yang dirasa merupakan amal kebaikan, tapi hakikatnya dalam urusan agama merupakan perkara yang diada-adakan. Banyak hal-hal bid’ah dilingkungan sekitar, sementara tanpa sadar telah kita lakukan. Yakinkah kita sudah terlepas dari kesalahan, sedang kita sendiri tak tahu jika sebenarnya sebuah kealpaan telah kita laksanakan.

    Tiba malam Ramadhan, berbondong-bondong umat muslim melaksanakan tarawih berjama’ah. Besar kecil, tua muda, laki-laki maupun perempuan tak ketinggalan dalam meramaikan masjid raya. Sebuah fenomena yang biasa terjadi pada momentum Ramadhan. Dan entah niat kita saat mengerjakan amalan itu sudah LILLAH karena Allah atau hanya sekedar ikut-ikutan, atau seakan-akan hanya menjalankan tradisi tahunan!

    Disaat siang menjelang, mentari terik membakar,bersusah payah umat muslim menahan rasa lapar, menahan kering kerongkongan, mencoba mengusap banyak peluh keringat yang keluar. Namun, kenapa hati masih tak tertahan dari kemaksiatan? Namun, kenapa raga dengan dosa masih akrab berteman? Menjadi tak sempurna ibadah ini dengan adanya banyak kekurangan dan kesalahan.

    Hari berganti minggu, dan bulan Ramadhanpun segera kan berlalu. Sudah yakinkah amal kita diterima disisi-Nya? Sudah  yakinkah amalan kita tak sia-sia? Sudah yakinkah telah terhindar dari bid’ah yang merajalela? Lalu benarkah segala kesusahpayahan ketika berpuasa telah terbebas dari segala dosa?

    Saudaraku… Menghitung Ramadhan yang tinggal beberapa hari, optimalkan kesempatan ini untuk berintropeksi, memperbaiki segala kesalahan, menggenapkan segala kekurangan, merubah segala kesia-siaan, dan berusaha untuk dapatkan predikat yang memuaskan, hanya disisi-Nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Agustus 2011 in Ramadhan, tafakur

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: