RSS

Diatas LANGIT masih ada LANGIT

05 Nov

Kata-kata yang sederhana tapi sangat mengena…

 الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis (QS Al-mulk:3)

Berhari-hari aku melakukan perjalanan safar. Pulang pergi menjalani misi. Bis kota sudah menjadi sahabat akrabku dalam menemani perjalanan kala itu. Tempat duduk yang paling strategis adalah di belakang pak sopir kurasa. Ya..dengan nyaman aku taruh tas ransel di samping dudukku dan pandangan lurus menuju arah tujuan. Semakin lama rasa kantuk mulai menyapa. Tak kuat matakupun ikut tertutup juga. Beberapa saat terlelap tak sengaja aku mendengar sentlingan yang membuat diriku terjaga. “Ingat kamu! Diatas langit masih ada langit!”

Ku cari sumber suara itu, yang tak lain adalah dari seraut wajah bijak. Ialah pak sopir yang berada tepat di samping kondektur muda.“ingat-ingatlah! Diatas langit masih ada langit! Sebarapapun keampuhan yang kamu miliki masih ada yang lebih ampuh! Istighfar kamu lee..!” pak sopir itu kembali mengulang kata-kata itu, mentaukid nasehatnya kepada kondektur muda yang agaknya sedang resah dan gelisah. “Jangan terlalu sombong terhadap apa yang telah kamu miliki, karena diatas sana (sambil menunjuk kearah langit) ada yang lebih segalanya. Istighfar lee..! pintanya kepada kondektur muda. “Astaghfirullahal ‘adhim,” sahut si kondektur, “Nah, ngono lho…senyum si sopir lega mendengar anak buahnya mau beristighfar.

Nasehat sederhana yang tak sengaja ku dengar dari pak sopir, mampu membuatku berfikir luas. “Diatas langit masih ada langit”

Lalu siapa aku yang berani-beraninya menyombongkan diri dimuka bumi!

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”(QS Luqman:18)

Aku bukanlah orang yang paling pintar, bukanlah orang yang paling rupawan, bukan juga orang yang paling kaya!

Meski aku menjadi orang yang kaya di Indonesia, masih ada yang lebih kaya didunia ini. Jika ada orang yang paling kaya sedunia, tentunnya Allah-lah  yang lebih kaya karena Allah Maha Kaya. Raja dari segala raja.

Bilamana aku adalah orang yang paling rupawan se-Indonesia layaknya artis misalkan, masih ada yang lebih rupawan dijagad raya ini. dan orang yang paling rupawan dijagad raya masih kalah rupawannya dengan nabi Yusuf ‘alaihisalam.

Jika aku termasuk orang yang jenius dizaman ini, masih kalah jeniusnya dengan dengan pak Habibi ataupun Albert Einsten. Dan Albert Einsten sangat tak bisa menandingi Allah yang Maha Tahu segalanya.

Siapakah kita? Kita hanya manusia biasa yang sangat membutuhkanNya. Sekuat apapun, sehebat apapun, seampuh apapun, kekuatan sihir manapun, takkan mampu menandingi kekuatanNya. Karena diatas langit masih ada langit!!!

Banyak-banyaklah bersyukur kita menjadi manusia, sebab telah di anugrahi beraneka ragam kelebihan. Yang kelebihan itu terkadang sebagai ujian, antara bersyukur atau kufur? Antara  rendah hati atau menyombongkan diri??

Memori  safar akhir oktober 2011

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2011 in ibroh, tafakur

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: