RSS

Mengejar cintaMu dalam perjuangan tiada akhir

20 Jan

 Ikhwati fillah..

     Apa itu cinta?? Sejatinya cinta adalah Cinta sejati. Ia bukanlah yang kasat dipandang mata, tapi yang dirasa di dalam hati. Ia bukanlah yang nyata disentuh indra, tapi ia sesuatu yang amat halus, lembut, abstrak, tidak berupa dan tidak dapat diraba.

    Cinta akan menjadi kuat, cinta akan menjadi kokoh, suci, tulus, dan abadi, bilamana ia kita labuhkan pada Sang Pemilik Cinta Sejati. Semua hal yang didasari cinta kepadaNya dan benar menurut syariatNya akan berbuah kebaikan dan berpahala. Berbeda, bila kita labuhkan cinta tanpa di dasari karenaNya, menyelewengkan cintaNya, ataupun mencinta pada yang tak berhak dicinta, sungguh Allah amat berat siksanya.

     Ibnu Taimiyyah berkata : “Tiada kebahagiaan dan kelezatan sempurna bagi hati, selain dalam cinta kepada Allah, dan upaya mendekatkan diri kepadaNya dengan hal-hal yang di cintaiNya. Sementara cinta tidak akan ada kecuali dengan berpaling dari semua kecintaan kepada selainNya.

     Mengucap kata cinta, “Aku cinta kepada Allah” adalah mudah, namun pembuktiannya tak semudah yang kita kira. Perlu perjuangan yang gigih, ,iman yang kuat, hati yang ikhlas dan kesabaran yang sangat. Juga pengorbanan luar biasa yang  menguji iman. Barang siapa mendapatkan cinta Allah, niscaya Allah akan mencintainya dan mengampuni dosa-dosanya. Allah U berfirman,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

 “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (QS Ali Imran : 31)

Ikhwati  fillah..

     Akan tetapi, mampukah kita mempertahankan cintaNya? mampukah kita menjaga cinta  yang didasari karenaNya? sementara dunia mengelabuhi mata dan hati, dunia menipu manusia dengan fantasi yang melenakan, dunia menawarkan kesenangan yang hakekatnya hanya sementara. Dunia mensihir fatamorgana menjadi kemewahan tiada dua. Dan setan-setan berkeliaran menyajikan kepalsuan cinta. Akankah kita bisa menjaga hati pada cinta yang haqiqi??

Ikhwati …marilah kita jaga kokohnya cinta pada Allah, menjaga murninya  cinta yang didasari karenaNya, dengan sebenar-benar perjuangan. Agar cinta sejati selalu utuh, dan takkan pernah rapuh. Agar cinta haqiqi tetap suci, dan takkan pernah mati. Perjuangkan cintaNya dalam perujangan tiada akhir.

 “Ya Allah, aku memohon cinta Mu, juga cinta orang-orang yang mencintai-Mu, juga amalan yang mengantarkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sebagai sesuatu yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku, dan daripada air yang sejuk.” ( HR. At Tirmidzi, No. 3412 )

By: ZuKhRuf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Januari 2012 in tafakur

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: