RSS

Semangat Ramadhan

17 Jul

Semangat_RamadhanAlhamdulillah, puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang masih mengijinkan kita untuk bersua dengan bulan Ramadhan yang mulia ini. Kita berharap nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang besar ini akan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang taat. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad Salallohu ‘alaihi Wa Sallam, keluargannya dan orang-orang yang mengikuti ajarannya hingga hari Kiamat.

Bagaimana kabar anda hari ini? Masih semangat menjalankan ibadah dalam bulan Ramadhan? Untuk lebih semangat lagi, selayaknyalah kita mengetahui keutamaan bulan Ramadhan ini untuk kemudian berusaha mendapatkan keutamaan-keutamaan itu dan tidak melewatkan sedikitpun darinya.

Di bawah ini ada beberapa point tentang keutamaan bulan Ramadhan yang kami nukil dari beberapa kitab hadits serta syarahnya. Semangat !!  mari kita baca.‼

1.      Bulan beramal.

Dikatakan bulan beramal karena pada bulan ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka pintu ketaatan selebar-lebarnya dan menjanjikan pahala yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang mau memanfaatkan kesempatan emas ini dengan ketaatan kepada-Nya.

Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu’anhu, dari Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ( متفق علبه)

Artinya : “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu”.( Mutafaq Alaih )

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ( متفق علبه)

 Artinya : “ Barangsiapa yang qiyamul lail di bulan  Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu”.( Mutafaq Alaih )

Puasa Ramadhan sebagaimana ibadah yang lain tidak akan diterima kecuali dengan hati yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasullullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam. Ulama memberi keterangan dari hadits di atas bahwa berpuasa dengan penuh keimanan ( Imanan) maksudnya dengan mengimanai bahwa shaum ramadhan itu wajib dan Ihtisaban  artinya mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Imam  Al Khattabi berkata : Hendaklah berpuasa dengan mengharap pahala dan agar jiwanya bersih dengan tidak merasa terbebani dengan shaum dan hari yang panjang.[1]

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda :

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين

Artinya : “ Jika bulan Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan syetan-syetan akan dibelenggu”. ( HR.Muslim )[2]

Al Qadhi Iyadh menerangkan bahwa maknanya bisa sebagaimana dzahirnya bisa juga bermakna haqiqi. Semua itu sebagai bentuk penghormatan akan datangnya bulan Ramadhan. Dibukakannya pintu Syurga bisa bermakna bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka pintu keta’atan yang akan mengantarkan pada Syurga itu sendiri. Demikian pula  ditutupnya pintu Neraka dan dibelenggunya Syetan bisa bermakna bahwa pintu kemungkaran ditutup dan godaan syetan berkurang, dikarenakan kaum mu’minin pada saat itu lebih disibukkan dengan dzikir, tilawah Qur’an dan ibadah lain. Beliau menambahkan Syetan terbelenggu dari sesuatu tapi tidak pada yang lain, terbelenggu dari sebagian manusia tapi tidak pada yang lain.[3]

Ibnu Hajar berkata : Jika puasa dijalankan dengan melazimi syarat dan adabnya maka godaan Syetan akan berkurang darinya.[4] Adapun kejahatan yang masih ada bisa jadi hal itu merupakan kebiasaan para pelaku ma’siyat sehingga tanpa motivasi dari Syetan pun ia tetap melakukannya. Wallahu A’lam.

2.     Bulan Penuh Ampunan.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menebus kesalahan. Sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganjurkan hamba-Nya untuk segera berbuat kebaikan setelah melakukan kesalahan setelah sebelumnya bertaubat.

Rasulullah bersabda yang artinya : “ …maka ikutilah perbuatan jahat dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya…”. ( HR.Tirmidzi)

Jika bulan ini dipenuhi dengan ketaatan bukan mustahil hal itu akan menjadi kaffarah (tebusan) atas dosa-dosa sebelumnya. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda :

مسلم الصلوات الخمس والجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرة لما بينهن. إن اجتنبت الكبائر

“Sholat lima waktu dan Jum’at serta Ramadhan sampai Ramadhan akan menghapuskan apa ( kesalahan ) yang ada diantara kesemua itu. Jika dosa-dosa besar dijauhi”. ( HR.Muslim )

3.      Bulan penuh Rahmat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ia mendengar Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : “ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :”Setiap amal anak Adam adalah miliknya kecuali shaum maka sesungguhnya shaum itu milik-KU dan Akulah yang akan membalasnya. Dan puasa itu tameng/benteng. Dan jika hari di mana seseorang  berpuasa maka ia tidak boleh berjima’ dan bermusuhan. Jika seseorang mencelanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia katakan “ aku sedang berpuasa”. (HR.Bukhori)

Dari ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya menanahan nafsu syahwat saja tapi juga menahan amarah hingga  mengeluarkan kata-kata kotor dan berbuat kejahatan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam  bersabda  artinya :” Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat jahat maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak butuh terhadap (puasanya) yang meninggalkan makanan dan minumannya”. ( HR Bukhori

4.      Bulan untuk Sedekah

Dari Zaid bin Kholid Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda

” أفضل الصدقة صدقة في رمضان “( الترمذي حديث ضعيف )

 “من فطر صائما فله أجره من غير أن ينقص من أجر الصائم شيئ“

Artinya: “ Barangsiapa yang memberi ifthar  ( buka) bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala  dari orang yang berpuasa itu sedikit pun ”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi ).

Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam sangat menganjurkan kaum mu’minin untuk bersedekah di bulan  penuh berkah ini, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala  telah menyiapkan pahala bagi orang yang bersedekah meski hanya dengan sebuah kurma atau bahkan seteguk air sekalipun. Disebutkan dalam satu riwayat bahwa barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa hingga kenyang maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberinya minum dari telaga Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam dan ia takkan kehausan hingga memasuki pintu Syurga.[5]

5.   Tilawatul Qur’an

Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda :

الصيام والقيام يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصوم “ربّي منعته الطعام و الشراب بالنهار ويقول القرآن منعته النوم بالليل فشفعنا به “(أحمد و النسائى )

Artinya: “ Puasa dan Qiyamul Lail akan memberi syafa’at pada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata “ Wahai Rabb ku, aku telah menahannya dari makan dan minum di siang hari dan Al Qur’an berkata “ Dan aku telah menahannya dari tidur di malam hari maka berikanlah syafa’at kami padanya.” ( HR. Ahmad dan Nasa’i )

Nabi Salallohu ‘alaihi Wa Sallam sendiri memperbanyak tilawah di bulan Ramadhan dan malaikat Jibril membacakan Al Qur’an kepada beliau.

Diceritakan bahwa Hudzaifah ibnul Yaman pernah Sholat di belakang Rasulullah Salallohu ‘alaihi Wa Sallam  kemudian beliau membaca Al Baqarah disambung Ali Imran dan An Nisa’dalam satu raka’at dan itu pada bulan Ramadhan .[6]

6.   Bulan diturunkannya Al Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن …. البقرة 185

Artinya :”( Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan , bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an…”.( Al Baqarah 185 )

Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji bulan ini dari bulan-bulan yang lain dan memilihnya menjadi bulan yang saat itu Al Qur’an diturunkan secara keseluruhan (  jumlatan wahidatan ) ke Baitul Izzah  yang kemudian diturunkan pada Nabi Muhammad Salallohu ‘alaihi Wa Sallam secara terpisah sesuai kondisi pada saat itu. Di bulan Ramadhan ini pulalah Kitab-Kitab terdahulu diturunkan termasuk Shuhuf Nabi Ibrahim ‘alaihi salam, Zabur dan selainnya.[7]

7.   Bulan turunnya Lailatul Qodar.

إنا أنزلناه في ليلة القدر ( القدر :1)

Artinya : “ Sesungguhnya telah Kami turunkan (Al Quran) itu pada malam Al Qodr “. ( Surat Al Qodr :1 )

إنا أنزلناه في ليلة مباركة…(الدخان:2)

Artinya : “ Sesungguhnya telah Kami turunkan Al Qur’an pada malam yang diberkahi”. ( Surat ad Dukhan : 3 )

Hal ini juga merupakan keutamaan bulan Ramadhan, yang pada saat itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan Al Qur’an pada salah satu malam di bulan ini yaitu malam Al Qodr, malam yang lebih baik dari seribu bulan(ganjaran pahala dari ibadah yang dilakukan).

Az Zuhri berkata : Dikatakan Lailatul Qadr karena di dalamnya ditetapkan ketetapan yang agung dan balasan yang besar.[8]

Di malam ini pula ditetapkan ajal dan rizki selama setahun dan dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah. Sebagaimana dalam firman Nya :” Didalamnya di jelaskann setiap segala urusan dengan penuh hikmah.” ( surat Ad Dukhan : 4). Beramal pada malam ini lebih baik daripada beramal selama  seribu bulan di luar malam Al Qadr.[9]

8.  Bulan untuk berjihad.

Dikatakan bulan untuk berjihad karena selain jihad melawan hawa nafsu juga di bulan ini telah terjadi perang yang paling besar sepanjang sejarah kenabian. Adalah perang Badar Kubra atau Yaumal talqol jam’an terjadi dibulan yang mulia ini, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah atau 13 Maret 624 M.[10]

Fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah dari tangan Musyrikin juga terjadi di bula Ramadhan pada tanggal10 ramadhan 8 Hijriyah.

Demikianlah beberapa keutamaan bulan Ramadhan, semoga dengan mengetahuinya kita semakin bersemangat untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dalm bulan penuh berkah ini. Amiin.

Sebagai penutup kita berdo’a semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita lebih baik dari bulan sebelumnya. Adapun jika terdapat banyak kesalahan dalam tulisan ini maka penulis berharap Allah Yang Maha Pengampun  bersedia  memaafkannya.

Wabillahi At Taufiq ila aqwamit thoriq.


ramadhan kita

 

ZuKhRuF


[1] Fathul Bari Juz 4 hal.209.

[2] Shahih Muslim hadits no : 2495

[3] Syarh Shahih Muslim. Imam Nawawi.Juz 7-8 hal 165.

[4] Fathul Bari  juz 4. hal.608

[5] Tuhfatul Ahwadzi juz 3 hal.464.

[6] Minhajul Muslim hal .306.

[7] Tafsir Ibnu Katsir juz I hal.188

[8] Tafsir Al Baghowi juz 4 hal. 569.

[9] Tafsir Alyil Qadir juz 4hal 436.

[10] Atlasul Qur’an205.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juli 2013 in kajian kita, motivasi, Ramadhan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: