RSS

Dua Hal Yang Selalu Membuatkan Kita Tidak Bersyukur

07 Okt

bersyukur yuk
Pertama,

KITA SERING MEMFOKUSKAN DIRI PADA APA YANG KITA INGINKAN, BUKAN PADA APA YANG KITA MILIKI.

Katakanlah kita telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tetapi kita masih merasa kurang. Fikiran kita dipenuhi berbagai target dan keinginan. Kita begitu terobsesi dengan rumah yang besar dan indah, kendaraan mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak berhasil mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap juga tidak puas, kita ingin yang lebih lagi.

Jadi, sebanyak apapun harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sebenarnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.

Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati segala hal yang mereka miliki.

Kita boleh memiliki keinginan, tetapi kita perlu menyadari bahwa inilah puncak perasaan tidak tentram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan fokus pada apa yang sudah kita miliki.

Cobalah lihat keadaan di sekeliling anda, fikirkan yang sudah anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat yang baik, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tidak dapat membeli sandal padahal sandalnya sudah lama rusak. Suatu petang dia melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek itu berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah. . .

KECENDERUNGAN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRI KITA DENGAN ORANG LAIN.

Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. . . .

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan rumah sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua orang penghuni rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menyebut, ‘‘Raisa, Raisa.” Seorang pengunjung yang penasaran menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si doktor menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Raisa.” Pengunjung meneruskan kunjungannya, tetapi setelah sampai di ruang yang lain dia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukul kepalanya di tembok dan berteriak, ” Raisa, Raisa”. ‘ ‘Orang ini juga punya masalah dengan Raisa?” tanyanya penasaran. Doktor kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Raisa.”

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Satu cerita inspiratif lagi mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap merasa bahagia.

Ketika ditanya kenapa demikian, dia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak lelaki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalau pun saya mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di syurga.”

sumber: akuislam.com dengan beberapa suntingan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2013 in Kisah, motivasi, Renungan, tafakur

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: