RSS

Ketika kita harus KEHILANGAN

28 Jan

ikhlas

Cinta baru sempurna jika terasa menyayat, seperti segumpal tanah liat yang akan menjadi cantik setelah dibentuk menjadi tembikar. Cinta menjadi abadi jika tak terjangkau. Ibarat bumi selalu mengintai matahari. Kerana tak mampu meraihnya, selamanya menjadi bayangan yang tak terengkuh.

Ditinggalkan jauh lebih menyakitkan daripada diputuskan. Namun lebih menyakitkan lagi ketika kita tidak mengerti bahwa kadangkala Allah izinkan kita mengalami kehilangan seseorang untuk kebaikan kita sendiri.

Kehilangan akan membuat kita merasa rapuh tapi disisi lain kehilangan dapat membuat kita tabah.

Tetapi sesuatu yang hilang belum tentu meninggalkan kekosongan, kerana jejak-jejak yang ditinggalkannya tak pernah benar-benar hilang.

Maka, mari belajar untuk mencintai kehilangan itu, kerana ia adalah sebagian proses dari kehidupan.

Kehilangan memberi banyak pelajaran dan pengalaman baru buat kita, kita dapat menerima dengan baik proses itu, menerima diri kita sendiri.

Kata orang bijak, “Manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan ketika kita kehilangan?”

Kemenangan hidup bukan bermakna mendapat banyak keberhasilan, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.

Pelajaran dari beberapa kehilangan, bahwa dalam setiap kehilangan ada pembelajaran yang membuat jiwa makin dewasa. Atau mungkin menjadi sebuah proses lepasnya sebuah ego dalam diri.

Di saat kehilangan, kita jadi meringkuk seperti bayi yang tak punya kuasa. Menyadari bahwa sekuat apapun jiwa dan diri, setiap kehidupan tak pernah lepas dari kehilangan. Bahwa cerita di dunia ini bukan hanya celoteh kita, tapi ada celoteh lain yang harus didengarkan, dipenuhi dan dilalui.*

 

      ************

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ * لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid:22-23)

     ************

*Kongsi karya Muhamad Naim Abd Manaf (Malaysia)
 Dengan beberapa suntingan dan perubahan dari bahasa melayu ke  bahasa Indonesia
 Semoga artikel ini Bermanfaat….   ^_^
 
 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Januari 2014 in ibroh, motivasi, Remaja, Renungan, tafakur

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: