RSS

Sejatinya CINTA sang Pecinta

08 Apr
nature_heart

Sejatinya Cinta sang Pecinta

 

Meningkat umur diperjalanan ini, semakin dewasa pemikiran dan perasaan. Sungguh, kehadiran cinta menggetarkan jiwa dan rasa. Tanpa perlu belajar, tidak perlu merujuk pada literatur…

Hadirnya tidak di undang, tetap singgah dan mendiam di relung hati .

Manusia sering menyebut tentang cinta pada hamba-hambaNya. Ternyata kita sering lupa hakikat cinta yang sejati hanya untukNya. Rindu dan kasih sayang anugerahNya untuk kita belajar mencintaNya melebihi segalanya.

Allah tidak pernah melarang hambaNya berkasih sayang. Justru, rasa cinta itu sendiri adalah takdirNya.

Maha Mengetahuinya Dia akan hati hambaNya. Setiap jiwa memiliki perasaan untuk dicintai dan mencinta, maka Dia menyediakan jalan yang terbaik untuk hambaNya.

Menikahlah karenaNya, mencintailah karenaNya, bertemu dan berpisah jua karenaNya, hanya untukNya. Terlalu sayangnya Dia pada hambaNya, sentiasa memberikan kita jalan yg terindah.

Dia mengetahui fitrah yang membalut setiap manusia. Namun, berapa banyak kah orang yang menghayati anugrahNya?

Cinta nafsu yang memerangkap jiwa remaja, padahal Allah telah memberi peringatan demi peringatan, namun terus terbelit dan terkandas dalam cinta yang dianggap indah namun rupanya bersulam nafsu semata-mata.

“ Cinta yang membuah ranum di dasar hati,

Menciptakan kemanisan pada jiwa setiap insan yang merasa,

Namun tanpa baja..tanpa dijaga,

Akar yang kukuh juga bisa rapuh,

Andai batang yang tebal jua menyembah bumi,

Mungkinkah ranting dan dahan ingin berpaut,

Andaikan bunga yang indah berguguran sebelum kembang,

Mungkinkah buah hendak masak memerah”

Pencinta. Bagitulah halnya tentang cinta ini, andai perasaan yang terpendam disisipi nafsu bukannya iman, rusaklah perasaan, tumbuhnya sekedar mengundang serangga perusak. Buahnya meranum namun rasanya pahit. Akhirnya dibiar mati tiada siapa peduli.

Sabda Rasulullah saw:

ألا وإن فى الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهى القلب

“Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” [HR Bukhari Muslim]

Sekeping hati yang dimiliki setiap jasad ini bisa berubah kapan saja, sekarang senang besok benci. Sekarang benci besok sudah jadi cinta.  Sungguh rapuh.

Hari ini berbicara sayang, hari esok tiada rasa. Hari ini, berjanji setia..hari esok tiada suara. Hari ini dia milikmu, hari esok belum tentu. Siapa kita untuk bisa mengatur sekeping hati, mengatur jalan kaki sendiri ke arah yang benar saja tidak pasti.

Pencinta. Semua orang ingin dicintai, lebih membahagiakan bila dicintai oleh insan yang mereka cintai. Apabila cinta tidak kesampaian, banyak yang merajuk hati hingga ada insan yang lebih memilih mati hanya karena cinta ditolak satu sisi.

Alangkah ruginya titisan air mata dilepaskan untuk cinta manusia yang hidupnya hanya sementara.

Sedangkan tidak banyak orang yang sanggup bergenang air mata menghayati anugerah Dia. Tidak banyak pula yang mensyukuri nikmatNya. Berapa banyak yang sadar bahwa takdirNya adalah terbaik untuk setiap hambaNya.

Percayalah bahwasanya Allah lebih mengenali hati hambaNya. Dia maha mengetahui segala sesuatu, baik yang nyata maupun tersembunyi.

“ Mencintai tidak berarti memiliki..

Siapa berhak melunakkan sekeping hati selain Dia,

Mencintai seseorang bermakna kamu perlu bersedia menerima,

Segala kesudahan rasa,

Mencintailah karenaNya dan kamu akan merasakan indahnya, lezatnya cinta,

Tiada jiwa terluka..tiada hati tersiksa,

Karena insan percaya, takdirNya terindah dari segala peristiwa,

Karena kita percaya, Dia menentukan segalanya.

Jodohnya manusia ada ditanganNya.

Saudaraku tercinta,

Andai kehendak hati terhenti,

Percayalah, Dia sedang mengaturkan sesuatu yang lebih baik lagi,

Cinta yang membuat mu tidak terlena,

Cinta sesungguhnya apabila kamu mencintai karenaNya,

Ridha dengan takdirNya,

Menerima taqdir dengan siapa kamu dipertemukan,

Mensyukuri pertemuan jodohmu walau bukan dengan insan idaman,

Asalkan si dia mencintai Allah,

Kita kan terus mencintainya tanpa alasan.

Mengapa dicari secantik Balqis, andai diri tidak sehebat Sulaiman..Mengapa mengharap teman setampan Yusuf jika kasih tidak setulus Zulaikha..

Mengapa mengharap teman seteguh Ibrahim andai diri tidak sehebat Siti Hajar. Mengapa didambakan teman sehidup yang sesempurna Muhammad jika masih banyak cela pada diri sendiri..

Bimbinglah dirinya dan terimalah kekurangan itu sebagai keunikan..Carilah kebaikan itu pada dirinya. Bersyukurlah karena dipertemukan dengannya dan berdoalah dia pilihan yang terbaik..

“Aku mencintaimu kerana AGAMA yang ada padamu, Jika kau hilangkan AGAMA dalam dirimu, hilanglah CINTAku padamu..” (Imam Nawawi ) 

Saudaraku tersayang,

Pencinta. Orang yang dihatinya akan ada rasa mencintai Allah melebihi segala apa yang ada di langit dan dibumi, niscaya tiada duka buatnya. Allah akan memenuhi rindu dihatinya, tiada lagi rindunya buat duniawi yang akan binasa.

Seseorang Pencinta akan..

Seseorang pecinta akan selalu berfikir dan menyebut insan yang dicintai, ibaratnya tak mati di hati, tak lekang di bibir.  Demikian jualah cinta untuk Illahi, persiapkan lisan untuk selalu menyebut indah namaNya, sediakan hati untuk selalu mengingatiNya, dan jadilah insan yang paling bahagia dalam ridhaNya.

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman:

“Aku menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Jika dia mengingati-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatinya dalam diri-Ku. Jika dia mengingati-Ku dalam suatu kelompok, Aku mengingatinya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika dia mendekati-Ku satu jengkal, maka Aku mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, maka Aku mendekatinya satu lengan. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari”.
(Shahih al-Bukhari)

Wallahu Ta’ala A’lam

Semoga Artikel ini bermanfaat… 
Perkongsiang dari NurHeart, dengan beberapa suntingan. Syukron… ^_^
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2014 in cinta, ibroh, motivasi, Remaja, Renungan, tafakur

 

One response to “Sejatinya CINTA sang Pecinta

  1. ZukhruF

    8 April 2014 at 10:03 am

    Jazakillah ukhty Iffa-izzati Binti Hamid, ijin share artikelnya..
    Blog : http://www.nurheart-hatiseorangaku.blogspot.com/

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: